Jika Tersesat Dalam Kesibukkan
Jika si holys tersesat di hutan lebat, dan tak tahu arah mana yang harus ditempuh, semestinya ia tidak terus berjalan, atau membabat semak sana-sini 'ngerusak tuh namanya'. Tapi yang seharusnya dilakukan adalah berhenti sejenak, menghitung dimanakah sesungguhnya posisi diri ini berada, menengadah ke langit mencari cahaya mentari atau rembulan, menunduk ke bumi mengukur bayang-bayang diri. Baru setelah itu menentukan kembali arah yang harus dituju, lalu berjalan penuh hati-hati, sembari terus mengukur bayang-bayang. Penjelajah yang sejati tahu kapan harus bergerak, berhenti dan beristirahat..
Hmmmm… Biarkanlah semua berlalu, karna meskipun holys tersesat dalam kesibukan yang kamu sendiri tak tahu mengapa melakukan apa. Semestinya si holys juga berhenti sejenak. Membuka peta dirinya, merujuk kembali pada tujuan besar hidup holys, lalu meniatkan hati untuk melangkah..
Tujuan yang tak tercapai dikarenakan kita bergerak secepat-cepatnya atau malah tanpa rencana dan doa yang tulus dari hati mungkin.
Dan.. Tujuan tercapai dapat dikarenakan kita tahu mana yang sedang dituju, kemudian kita bergerak penuh kesadaran, kewaspadaan serta sebuah anugerah tuhan yang dihadiahkan untuk kita karena sang Maha Melihat telah menilai kita pantas mendapatkan sebuah ‘tujuan’ itu.
O.K Goodluck yo…
Label: Asa

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda