Senin, 31 Agustus 2020

Tugas Cerita Fantasi 2

Tugas ini berdasarkan soal di LKS Bahasa Indonesia (halaman 19-20) Uji Kompetensi Rom I (Nomor 1-10)

Kerjakan tugas kalian melalui link berikut ini : Soal Uji Kompetensi

Baca dan pahamilah materi  sebelum mengerjakan tugas di atas nak, supaya hasilnya lebih baik.













Selamat Belajar
“Siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan”


Label:

Ringkasan Materi Cerita Fantasi

Pelajarilah Materi Bahasa Indonesia di Lks halaman 12-17 atau materi dibawah ini untuk mengerjakan tugas Cerita Fantasi 2

🔰🔰

Ringkasan Materi Cerita Fantasi 

 A. Jenis-jenis cerita fantasi terbagi menjadi 2 bagian :
1.Cerita Fantasi Total
Cerita fantasi yang berisi fantasi pengarang terhadap objek tertentu dan semua yang terdapat pada cerita tidak semua terjadi dalam dunia nyata.
2.Cerita Fantasi Irisan
Cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang sama pada dunia nyata, atau peristiwa yang pernah terjadi pada dunia nyata.

B. Berdasarkan latar ceritanya, cerita fantasi dibedakan menjadi 2 latar yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman.
1. Latar Fantasi Sezaman
Maksudnya latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, masa lampau, atau masa yang akan datang/futuristik).
2. Latar Fantasi Lintas Waktu
Maksudnya berarti cerita fantasi yang menggunakan 2 latar waktu yang berbeda. Misalnya: masa sekarang dengan masa pada zaman prasejarah, masa sekarang dan masa 50 tahun mendatang/futuristik).

C. Struktur Teks Cerita Fantasi
Adapun struktur teks cerita fantasi adalah sebagai berikut :

1. Orientasi (Pembukaan): yaitu dimana pengarang memberikan pengenalan tentang tema, penokohan, dan sedikit alur cerita kepada para pembaca.
Konflik: bagian yang terjadi permasalahan dimulai dari awal hingga menuju puncak masalah.
2. Resolusi: bagian ini merupakan penyelesaian dari permasalahan atau konflik yang sedang terjadi. Resolusi merupakan bagian penentu yang mengarah pada ending.
3. Koda (penutup): bagian ini merupakan penutup cerita fantasi. Ending dibedakan menjadi 2, yakni happy ending dan sad ending.

D. Struktur pada cerita fantasi terdiri atas tiga jenis yaitu :
1. Orientasinya berisi tentang pengenalan latar, tokoh serta konflik yang dapat dikembangkan dengan deskripsi latar, pengenalan tokoh, dan pengenalan konflik.
2. Konplikasinya berisi tentang hubungan sebab akibat munculnya suatu permasalahan hingga masalah memuncak dimana komplikasi tersebut dikembangkan dengan cara  pengenalan tokoh lain, mengubah latar, atau menembus kezaman yang berbeda.
3. Resolusinya berisi tentang penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi dimana resolisu tersebut dikembangkan dengan cara lompatan waktu, penggunaan sebab akibat yang unik serta dikembangkan dengan unsur kejutan.

E. Unsur-unsur dan ciri-ciri teks cerita fantasi
Penjelasan singkatnya seperti berikut:

1. Ada keajaiban, kemisteriusan, dan keanehan
Cerita fantasi yang mengungkapkan hal-hal yang supranatural, keghaiban, dan kemisteriusan yang tidak ditemui dalam dunia nyata.
2. Ide cerita
Ide cerita terbuka terhadap daya khayal pengarang/penulis, tidak dibatasi oleh realitas yang ada atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan antara dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan oleh penulis. Ide ceritanya terkadang bersifat sederhana namun mampu memberi pesan yang menarik. Tema cerita fantasi adalah supranatural, ghaib, atau futuristik.
3. Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)
Alur dan latar cerita fantasi memiliki khas. Peristiwa yang dialami oleh tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Rangkaian peritiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang bisa menerobos dimensi ruang dan waktu.
4. Tokoh unik (mempunyai kesaktian)
Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan dunia nyata. Tokoh yang memiliki kesaktian-kesaktian.
5. Bersifat Fiksi
Cerita fantasi ini sifatnya fiktif, maksudnya bukan kejadian nyata.
6. Bahasa
Penggunaan sinomin pada cerita dengan emosi yang kuat dan variasi kata yang cukup menonjol. Bahasa yang digunakan sangat beragam/variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

F. Unsur-unsur Intrinsik Cerita Fantasi
Unsur intrinsik cerita fantasi terbagi menjadi 6 bagian, yaitu Tema, Alur, Tokoh dan Penokohan, Latar, Sudut Pandang, dan Amanat.  Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun suatu karya sastra di dalam karya sastra itu sendiri
1.  Tema, yaitu ide yang paling mendasar yang menjadi acuan untuk mengembangkan suatu cerita.
2. Alur, yaitu jalan cerita yang berupa peristiwa yang tersusun dan saling berkaitan satu sama lain.
3. Tokoh dan penokohan, yaitu karekter dari pemeran atau pelaku didalam suatu cerita.
4. Latar, yaitu tempat, waktu, serta suasana yang menjadi latar belakang suatu cerita.
5. Sudut pandang, yaitu posisi pengarang dalam membawakan suatu cerita.
6. Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan oleh pegarang kepada pembaca.

G. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fantasi
Terdapat 6 ciri-ciri kebahasaan dalam cerita fantasi, yaitu
1. penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan.  (contoh: aku, mereka, dia, dikau, engkau, Quen, Angel Biru).
2. penggunaan kata yang mencerap panca indera dalam diskripsi latar (tempat, waktu, dan suasana), contohnya dalam beberapa teks berikut :
a. Latar tempat
Tiga pohon berjajar rapih berdiri dengan kokoh. Sayap-sayap burung yang mulai mengepak, menggoyangkan daun-daun dalam dahan. Hembusan angin yang tak biasa. Mengemparkan kota Zaitun di sore ini.
b. Latar suasana
Air mata pun jatuh di pipi Pangeran Xin. Sepucuk surat dari Sang Nenek  menjadi saksi kepiluannya. Tawa canda pangeran sirna.
c. Latar Waktu
Pagi hari seperti biasa para agent mempersiapkan diri. Matahari bersinar terang membawa hawa semangat. Kokok jago bersautan menyambut hari telah datang.
3. Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus.
Contoh: Monster itu bekaki empat. Langkah seribunya penuh dengan keberanian.  Semakin mendekat semakin melawan.
4. Kata sambung penanda urutan waktu
Kata sambung urutan waktu itu, sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, dan sebagainya. Penggunaan kata sambung uruan waktu untuk menandakan datangnya tokoh lain atau perubahan latar, baik latar suasana, waktu, dan tempat.
Contoh:
1. Sebelum Alien itu datang langit mendung
2. Tiga tahun yang lalu, gunung itu memuntahkan lahar dingin
3. Akhirnya, Raja Zahab berkuasa kembali di kerajaan Saturnus.
5. Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan.
Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakan cerita  (memulai masalah).
Contoh:
1. Tiba-tiba pesawat tempur melepaskan tembakan petamanya.
2. Ditengah pesta datanglah pereman-pereman itu.
3. Tanpa ku duga, Cermin Ajaib berpindah tempat.
6. Penggunaan dialog/kalimat langsung dalam cerita.
Contoh: “Berlarilah Natakoo! Monster itu mengejarmu.” teriak ninja Kusuke dengan kecemasan. Natakoo pun berlari sekuat tenaganya.

H. Langkah-Langkah Menyusun Cerita Fantasi
Cerita fantasi dapat disusun dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.

1. Memilih topik atau menjadi dasar penceritaan, yaitu menentukan ide awal.

2. Mengumpulkan materi sebagai bahan uraian dengan melakukan riset.

3. Menentukan pola pengembangan bahan uraian. Pengarang dapat melakukan pembuatan detail-detail ide awal cerita.

4. Menyusun kerangka paragraf berupa gagasan dan gagasan penjelas lainnya.

5. Mengembangkan kerangka paragraf menjadi kalimat yang padu sehingga tersusun sebuah cerita.



Tujuan Teks Cerita Fantasi
Tujuan dari teks cerita fantasi adalah untuk menghibur yang membaca, dan meningkatkan daya imajinasi pembaca.

Label:

Sabtu, 15 Agustus 2020

Bab 2 Teks Cerita Fantasi

Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi

Rangkaian peristiwa dalam cerita atau disebut alur digerakkan dengan hukum sebab-akibat. Cerita berkembang dari tahap pengenalan (apa, siapa, dan di mana kejadian terjadi), timbulnya pertentangan, dan penyelesaian/akhir cerita.

Cerita fantasi adalah cerita fiksi “dunia imajinatif yang diciptakan penulis”, pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dapat dijadikan mungkin. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dari dunia nyata, tema fantasi ialah mejic, supernatural atau futuristik.

 Ciri-Ciri Cerita Fantasi

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri cerita fantasi, terdiri dari:

1.   Memiliki ide cerita yang tidak dibatasi oleh realita atau kenyataan dunia (bersifat fiksi).

2. Didalam cerita terdapat keanehan seperti sihir, makhluk ajaib, maupun sesuatu yang misterius.

3.   Penggunaan latar dapat menembus ruang dan waktu.

4. Tokoh yang memiliki keunikan tersendiri seperti memiliki kekuatan super untuk menyelamatkan dunia.

5. Karena cerita fantasi menggunakan khayalan maka cerita ini termasuk dalam kategori contoh cerita fiksi.

 Struktur Teks Cerita Fantasi

Pada umumnya struktur teks fantasi hampir sama dengan struktur teks narasi yaitu terdiri dari orientasi, konflik, resolusi dan ending. 

Adapun penjelasan dari masing masing struktur teks fantasi adalah sebagai berikut:

a. Orientasi : Pengenalan atau orientasi merupakan sebuah bagian dimana pengarang memberikan pengenalan tentang penokohan, tema, dan sedikit alur cerita kepada pembacanya.

b. Konflik : Konflik sendiri merupakan bagian dimana terjadi permasalahan dimulai dari awal permasalahan hingga menuju ke puncak permasalahan. 

c. Resolusi : Resolusi merupakan penyelesaian dari permasalahan atau konflik yang tejadi. Resolusi sendiri merupakan bagian penentu yang akan mengarah pada ending.

d. Ending : Ending merupakan penutup cerita fantasi. Ending sendiri dapat dibedakan menjadi dua yakni happy ending dimana tokoh utama menang dan hidup bahagia. Dan yang lain adalah sad ending dimana tokoh utama tewas setelah mencapai tujuan dan sebagainya.

·         Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi yang Dibaca/Didengar

Dalam rangka menceritakan kembali isi cerita fantasi dapat dilakukan dengan menjawab beberapa pertanyaan seperti:

a. Urutkan kejadian yang dialami tokoh pada cerita fantasi.

b. Siapa tokoh dan bagaimana watak tokoh yang ada pada cerita?

c. Pesan apa yang akan disampaikan pengarang melalui ceritanya?

d. Kejadian mana yang mungkin terjadi di dunia nyata dan mana yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata?

 Menelaah Struktur dan Bahasa Cerita Fantasi

Struktur Cerita Fantasi dapat ditelaah melalui tiga kegiatan yaitu;

1.      Orientasi, pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik.

2.      Komplikasi, berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu memuncak.

3.      Resolusi, berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi.

Sedangkan ciri kebahasaan pada Cerita Fantasi antara lain:

a. Penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan (aku, mereka, dia, Erza, Doni)

b. Penggunaan kata yang mencerap pancaindra untuk deskripsi latar (tempat, waktu, suasana) 

c. Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus.

d. Kata sambung penanda urutan waktu.

e. Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakkan cerita (memulai masalah)

f . Penggunaan dialog/ kalimat langsung dalam cerita.

·         Menyajikan Cerita Fantasi

Hal-hal yang harus diperhatikan apabila akan menyajikan cerita fantasi:

1.      Merencanakan cerita.

2.      Penggalian ide cerita fantasi dari membaca.

3.      Membuat rangkaian peristiwa.

4.      Mengembangkan cerita fantasi.

    Pengertian lain tentang Teks cerita fantasi adalah bahan tertulis yang berbentuk karangan atau tulisan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuaan, pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka. Dengan kata lain, hal-hal yang digambarkan dalam teks fantasi adalah hal-hal yang tidak nyata atau fiksi.

·         Unsur-unsur Cerita Fantasi

Ada keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan

Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural, kemisteriusan, dan keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi berjenis fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.

Ide cerita

Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik. Tema cerita fantasi adalah gaib, supernatural atau futuristik.

Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)

Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.

Tokoh unik (memiliki kesaktian)

Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian tertentu.

Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokoh dapat ada pada waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang atau futuristik).

Bersifat fiksi

Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi.

Bahasa

Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

 

 

x

Label: